Timnas dalam kabar

Penuh dengan intrik dan kontroversi namun tidak pernah mengurangi kenikmatan menonton dan antusiasme para pendukung fanatik.

Moderator: k0k0

Re: Timnas dalam kabar

Postby CLA10 » Fri Jan 08, 2010 6:44 am

Hendri Mulyadi, dari Penyusup Jadi Pahlawan
Doni Wahyudi - detiksport

Jakarta - Sebelum laga Indonesia vs Oman, Hendri Mulyadi jelas bukan siapa-siapa. Tapi karena aksi nekatnya masuk lapangan, dia kini jadi pahlawan buat sebagian pencinta sepakbola tanah air. Jadi Ketum PSSI?

Publik Stadion Utama Gelora Bung Karno tengah tertunduk lesu saat laga Indonesia vs Oman masuk masa injury time dan skor menunjuk angka 1-2 untuk keunggulan tim tamu. Soalnya, kekalahan dalam laga tersebut akan membuat Indonesia untuk kali pertama sejak 1996 gagal lolos ke Piala Asia.

Namun sebelum peluit panjang dibunyikan wasit, publik GBK dan jutaan pemirsa yang menyaksikan tayangan langsung ditelevisi dibuat tersenyum menyusul masuknya seorang suporter ke dalam lapangan. Pria yang kemudian diketahui bernama Hendri Mulyadi itu sempat beberapa lama menggiring bola dan mencoba menjebol gawang Oman.

Mungkin awalnya aksi tersebut hanya dianggap sebagai aksi iseng suporter Indonesia, yang memang terkenal sering berulah. Namun belakangan diketahui kalau tindakan pemuda 20 tahun itu merupakan bentuk kekesalan dan kekecewaan atas performa pasukan 'Merah Putih' yang tak kunjung berprestasi dan sering tampil buruk (termasuk dalam laga semalam).

Simpati pada Hendri Mulyadi pun berdatangan. Salah satunya dari komentar pembaca dari berita yang dimuat detiksport malam tadi dengan judul 'Saya Masuk Lapangan Karena Kecewa Timnas'. Hampir seluruh komentar yang masuk dalam berita tersebut memberikan dukungan pada warga asal Cikarang Selatan, Bekasi itu.

Hendri bahkan dianggap seperti pahlawan yang berani mendobrak kekesalan terhadap kepengurusan PSSI, yang menjadi pihak bertanggung jawab atas buruknya prestasi tim nasional sepakbola Indonesia.

"hendry....you are my hero....! perasaan gw terwakili.....PSSI bubarin aja! capek gw ngeliat pengurus2nya yg super payah.....apa susahnya prajurit TNI di latih untuk main bola yang notabene fisik dan otaknya lebih terlatih? semalem gw cuma liat para Pemain OMAN sedang latihan....!!!!" demikian dituliskan pembaca dengan nickname susahsusahsekali.

Sementara komentar pembaca yang lain malah menyebut Hendri sebagai man of the match dalam laga tersebut. "Bintang timnas Indonesia vs Oman adalah Hendri Mulyadi. Dialah yang paling sadar bahwa GARUDA DIDADAKU ADALAH KEBANGGAAN."

"Salute...salute.....salute.... .Gw sebagai pecinta bola sama sekali gak malu dngan lo....gw lebih malu punya pemain yang bergaya and sok kaya tapi NOL BESAR gak bisa maen and mental tempe" timpal komentar lain yang dituliskan seseorang dengan nickname Himawan.

Dukung Hendri Mulyadi di Facebook

Dukungan terhadap Hendri Mulyadi juga muncul di jejaring sosial Facebook. Pengamatan detiksport pada Kamis (7/1/2010) siang WIB, setidaknya ada dua fan page dan tiga grup yang terkait dengan Hendri Mulyadi.

Salah satu yang paling nyeleneh adalah fan page dengan tajuk 'DUKUNG HENDRI MULYADI JADI KETUA PSSI'. Jumlah anggota fan page ini justru cukup banyak dibanding yang lainnya dengan ada 148 fans.

Fan page dan Group lain yang muncul adalah "DUKUNG HENDRI MULYADI MENJADI PEMAIN TIMNAS INDONESIA", "HMFC (Hendri Mulyadi Fans Club)", "jadikan hendri mulyadi striker-timnas harusnya malu!??" dan "Dukung Hendri Mulyadi Menjadi Pemain Tim Nasional Indonesia".

Namun ada juga fan page yang serius menanggapi aksi heroik Hendri Mulyadi tersebut. Mengusung tajuk "DUKUNG HENDRI MULYADI untuk SEPAK BOLA INDONESIA yang LEBIH BAIK" fan page ini sudah memiliki 943 anggota dan terus bertambah. ( din / key )
Jangan ngaku sebagai Juventino kalo ngelafalin "Juventus" aja blm becus!!!

Maaf, signature gambar anda dihapus karena ketentuan baru forum. Harap maklum
User avatar
CLA10
Youngster
 
Posts: 954
Joined: Fri Jul 20, 2007 9:12 pm
Location: beralaskan tanah, beratapkan langit

Re: Timnas dalam kabar

Postby CLA10 » Fri Jan 08, 2010 6:49 am

Penyusup Lapangan GBK
Hendri Mulyadi Tidak Ditahan

E Mei Amelia R - detiksport

Jakarta - Penyusup ke dalam lapangan saat timnas Indonesia versus Oman di Gelora Bung Karno tidak ditahan. Pria bernama Hendri Mulyadi itu telah dilepas sejak tadi malam.

Hendry sempat menjadi perhatian setelah berhasil masuk ke lapangan Gelora Bung Karno saat injury time, Rabu (6/1/2010). Ia sempat menggiring bola hingga ke gawang Oman sebelum berhasil diamankan oleh pihak keamanan.

Ia dibawa ke ruang interogasi keamanan di area GBK. Namun pria warga Kampung Serang Rt 02/01, Cikarang Selatan, Bekasi rupanya telah dibebaskan oleh pihak keamanan pada malam itu juga.

"Ia tidak ditahan. Semalam pukul 23.00 WIB dipulangkan ke rumahnya di Cikarang Bekasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar lewat pesan singkat (sms) kepada detikcom, kamis (7/1/2010).

Hendri berurusan dengan pihak berwajib karena dianggap mengganggu ketertiban umum menjelang akhir pertandingan Pra Piala Asia 2011. Pada pertandingan tersebut Indonesia sedang tertinggal 1-2 dari Oman.

Pria berusia 20 tahun ini mengaku melakukan tindakan tersebut karena kesal dan kecewa dengan timnas yang tak kunjung menang. Namun tindakan Hendri tersebut justru mendapatkan dukungan di jejaring sosial Facebook. ( key / din )
Jangan ngaku sebagai Juventino kalo ngelafalin "Juventus" aja blm becus!!!

Maaf, signature gambar anda dihapus karena ketentuan baru forum. Harap maklum
User avatar
CLA10
Youngster
 
Posts: 954
Joined: Fri Jul 20, 2007 9:12 pm
Location: beralaskan tanah, beratapkan langit

Re: Timnas dalam kabar

Postby CLA10 » Fri Jan 08, 2010 6:53 am

Hendri Diamankan Karena Khawatir Amuk Massa
Muhammad Taufiqqurahman - detiksport

Jakarta - Pihak kepolisan mengamankan suporter yang masuk saat Indonesia vs Oman saat injury time. Hal itu dilakukan oleh pihak kepolisian karena takut Hendri Mulyadi diamuk massa.

Setelah melakukan aksinya masuk ke lapangan Hendri digelendang oleh petugas kepolisian meninggalkan arena pertandingan. Namun, Hendri yang dibawa oleh petugas tersebut tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

"Tidak ditahan. Cuman kita amankan karena takut nanti ada amukan massa," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat Kompol Suwondo Nainggolan saat dihubungi wartawan, Kamis (7/1/2010).

Hendri pun dibebaskan sesaat setelah pertandingan berakhir dengan kekalahan Indonesia atas Oman dengan skor 1-2. "Kita bebaskan pukul 21.30 WIB tadi malam dan tidak dikenakan pasal apa-apa," katanya.

Menurut Suwondo, alasan yang dilakukan Hendri tersebut akibat kekecewaan atas permainan timnas sepakbola Indonesia. "Motifnya cuman kekecewaan saja," pungkasnya. ( key / din )
Jangan ngaku sebagai Juventino kalo ngelafalin "Juventus" aja blm becus!!!

Maaf, signature gambar anda dihapus karena ketentuan baru forum. Harap maklum
User avatar
CLA10
Youngster
 
Posts: 954
Joined: Fri Jul 20, 2007 9:12 pm
Location: beralaskan tanah, beratapkan langit

Re: Timnas dalam kabar

Postby danzsme » Sat Apr 24, 2010 12:41 pm

“Setiap umpan yang diberikan harus memiliki pesan. Si pengumpan tak boleh asal mengumpan, sebaiknya si penerima juga harus bergerak untuk menangkap pesan itu” Harry Sinkgraven, staf pelatih team U-23 Indonesia yang berlatih di Belanda. (Bola, 6 oktober 2006).

“Di Indonesia tidak ada kesinambungan kursus kepelatihan sehingga selalu terjadi pengulangan-pengulangan bentuk latihan. Tidak ada variasi atau pengembangan dari setiap jenjang. Misalnya latihan di kelompok U-12 bentuknya a, b, c. sudah tentu latihan itu diulang lagi di kelompok U-15, U-18, U-20. tidak ada pengembangan variasi permainan. Di belanda untuk melatih tim U-5, U-8, dan seterusnya harus mempunyai lisensi dari KNVB dan materi latihan yang berbeda pula”. Jim Penturri, Pelatih Belanda yang mengadakan coaching clinic di Bandung. (Tribun Jabar, 30 Juni 2009).

“Salah satu kelemahan pemain sepakbola Indonesia adalah dalam hal gizi atau nutrisi”. Phaidon L. Toruan, MM, Pakar gizi. (Topskor, 16 April 2010).

Itu adalah 3 dari sekian banyak opini yang saya baca tentang kelemahan sepakbola Indonesia. Sebenarnya wacana ini telah terendus dari dulu tapi mengapa PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia tidak menyadari hal itu, saya yakin PSSI telah menyadari hal itu dan telah berbuat sesuatu untuk memajukan sepakbola Indonesia. Tapi mengapa hal-hal mendasar seperti pembinaan berkesinambungan dan lisensi pelatih tidak diperhatikan? Memang lisensi kepelatihan telah terlaksana, tapi baru 2 tahun yang lalu. Mengapa tidak sejak dari dulu? Jika kita terus tertinggal dan telat dalam pengembangan/ pemikiran maka kita akan semakin jauh tertinggal oleh Negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Myanmar. Thailand dan Singapore jelas levelnya sekarang sudah satu tingkat di atas kita.

Selain itu saya menyoroti tentang kompetisi liga Indonesia. Pertama adalah mengenai jatah pemain asing yang berlebihan, apakah terpaku hanya pada kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Seolah-olah pemain asing lebih berkelas dan menjadi magnet bagi penonton untuk mendukung tim kesayangannya. Dengan kata lain factor komersialitas lebih dikedepankan dibanding kepentingan nasional. Lebih baik dananya untuk pembinaan pemain muda, peningkatan fasilitas latihan, stadion. Hemat saya adalah lebih baik menctak pemain local daripada membeli pemain asing. Jika kita membeli 4 pemain asing dilihat dari segi gaji mereka memiliki gaji 2-3x lipat daripada pemain local. Berilah kesempatan kepada pemain local untuk membuktikan diri. Itu akan lebih hemat dan bermanfaat bagi klub ataupun timnas. Saya kira 2 pemain asing saja sudah lebih dari cukup. Jika alasan PSSI adalah memicu pemain local untuk bersaing maka itu salah karena pemain local pun sudah salah didikannya sedari kecil, tentunya anda sering sekali melihat pemain local kita salah dalam melakukan teknik-teknik dasar yang sederhana yang paling parah adalah taktik dan organisasi permainan yang mereka belom mengerti. Pemain kita seakan belum mengerti strategi bermain. Pemain kita tidak taktis dan efektif dalam bermain. Harus mengoper kemana, lari kemana, posisi dimana, harus ngapain dll.. mungkin filosopis bermain bola yang ditanam dari kecil yang salah.
Mari kita lihat negeri tetangga kita Singapore dan Thailand. Saya berpendapat klub-klub mereka lebih bagus dari klub-klub kita. Mereka lebih berkualitas secara permainan dan management meskipun liga mereka tidak semeriah liga Indonesia. Mungkin mereka lebih mengedepankan pembibitan pemain local dengan peraturan yang sedemikian rupa untuk menjadikan pemain muda mereka berkualitas di masa depan. Dan imbasnya akan baik bagi timnas mereka pula, mereka tidak hanya mengandalkan pemain asing saja, walaupun Singapore menaturalisasi beberapa WNA tapi saya tidak melihat klub-klub di Singapore memiliki pemain asing lebih dari 2. Begitupun di Jepang dan Korea yang notabene adalah macan Asia. Pernah melihat klub-klub mereka menggunakan lebih dari 2 pemain asing? Pasti belum kan? Betul, karena pemain asing dibatasi oleh induk sepakbola masing-masing.

Saya juga tidak mengerti tentang aturan klub harus mempunyai pemain asia. Apa dasarnya? Apa manfaatnya? Apakah PSSI ingin menjadi pionir dengan mengharuskan klub memakai jasa pemain asia. Atau apakah hanya untuk mengambil hati AFC dan Negara-negara asia lain agar mendukung Indonesia dalam Bidding piala dunia yang menurut saya non sense, out of mind, impossible, hopeless, insane, dll. Gosh just get real..

Coba adakan kompetisi liga tingkat junior, dalam 3 tingkatan. Sekarang baru ada 1 yaitu kompetisi U-21. seharusnya ada juga kompetisi U-18 dan U-15. minimal U-18 saja karena U-14 sudah tergantikan LPI yang menurut saya kurang efektif. Indikasinya ialah factor pelatihan kepada para pemain yang tidak benar. LPI adalah kompetisi antar sekolah dan tentunya pelatihnya pun adalah guru olahraga sekolah itu yang notabene secara kualitas pas-pasan bahkan kurang dalam ilmu kepelatihan sepakbola.

Lebih baik membina pemain muda dengan cara dan manajemen yang jelas dan benar disbanding dengan mengontrak pelatih berkaliber dunia untuk melatih timnas senior. Seorang pelatih hebat seperti Fabio capello pun pasti akan gagal melatih timnas kita. Karena kita harus memulai sesuatu dari dasar tentunya dengan proses yang benar dan jelas serta berkualitas. Kita jangan latah ikut-ikutan Thailand yang sudah mengontrak pelatih berkaliber dunia. Sekali lagi mari lakukan sesuatu dari dasar, percaya sesuatu yang kita mulai dari nol (tidak instant) akan bedampak baik kedepannya.

Saya yakin banyak pecinta sepakbola lain di Indonesia yang pemikirannya sama seperti saya. Bukan maksud saya untuk mendiskreditkan pihak tertentu, tapi saya prihatin dengan kemajuan persepakbolaan kita yang bukan hanya jalan di tempat tapi jalan mundur. Seakan tidak tahu arah tujuan. Sudah mundur ngaco lagi. Saya ingin melihat sepakbola kita maju dan berprestasi bukan hanya di asia tapi di dunia. Oleh karena itu saya berbagi pemikiran yang menurut saya kurang dan tidak benar di persepakbolaaan kita. Saya harap pemikiran saya ini dapat bermanfaat bagi insan sepakbola Indonesia. Semoga saja KSN menjadi tahap awal persepakbolaan kita bangkit dan berkembang menjadi Timnas yang disegani di dunia. Amin..
danzsme
Rookie
 
Posts: 1
Joined: Sat Apr 24, 2010 12:14 pm

Previous

Return to Persepakbolaan Indonesia

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests